22 Mei, 2009

Rem Cakaram belakang YAMAHA F1ZR (pasangan Sendiri)

Rem Cakram Belakang YAMAHA F1ZR


Pasang rem cakram belakang ada aturannya. Apalagi sekarang banyak variasi rem cakram komplet berikut kaliper siap saji. Tapi awas, jangan salah menentukan posisi kaliper alias kepala babi. Jika salah penempatan, jepitan kampas jadi kurang maksimal.

Perhatikan posisi nepel pembuangan angin. Harus terletak di posisi paling atas saat dipasang (gbr. 1)



Posisi nepel mempengaruhi saat menyetel kepakeman rem. Posisi baut nepel yang terlalu turun (gbr. 2), bikin angin palsu di dalam kaliper naik di atas permukaan minyak rem. Sehingga angin palsu dalam kaliper tidak dapat terbuang sempurna.



Masih adanya angin palsu bikin kaliper tidak bisa menjepit sempurna. “Rem tidak bisa pakem, jadi sering blong,”

Setel Di Bawah
Trus bagaimana bila tidak dapat menemukan posisi nepel yang pas? “Setelah kelar pemasangan cakram belakang beserta perangkatnya, bisa mengatur kepakeman kaliper di bawah. Ketika roda belakang masih terlepas,”

Posisikan kaliper rem menjepit cakram dengan nepel di badan kaliper pada posisi tertinggi (gbr. 3),” beres, baru pasang roda dan kaliper rem. Coba, ciiet....!! pasti nggak bakalan rem blong.





Curi Dari Baut Slang Rem
Bila sudah terlanjur salah pasang dan belum sempat bikin betul. Apalagi sedang jalan keluar kota bareng dan tiba-tiba cakram belakang blong. Bisa diantisipasi lewat cara membuang angin palsu dari baut pengikat slang rem.

Caranya sama seperti membuang angin palsu dari baut nepel kaliper (gbr. 4). Cara seperti ini bisa juga dilakukan bila baut nepel putus.




Ref : Motor Plus Online

3 Komentar:

Anonim mengatakan...

Boleh juga dicoba, pingin sih pasang rem cakram belakang tapi masih kering ini kantong...

Budy Santoso mengatakan...

Saya pake adaptor lobang 4 piringan ga satria 2tak sama persis gambar nomer 3 itu
Untuk menutup Bering / sil yg cocok pake SIL apa ya ??

Anonim mengatakan...

@Budy santoso
Cari di bengkel motor aksesoris mas bro, disana banyak jual.

Posting Komentar

Dilarang berkomentar "SARA"