29 Juli, 2010

Menyibak kemacetan di Ibukota


Motor biang macet (katanya lho)
Berbagi cerita dipagi hari setelah kejebak macet..... pepatah emang bener bro, “Ibukota sekejam mbok tiri” lah opo hubungane ??? Maksudtee kalau sudah kejebak macet dijalan, adanya Cuma kesel plus marah-marah lha wong pingin buru-buru sampe ke tempat kerja kok malah ono rintangan macet dijalan.... pokoknya Senggol dikit bacok.. he..he serem amat ya ???
Ya gimana lagi lha wong mau geser roda depan motor aja sudah susah saking bejubelnya kendaraan, ditambah lagi separo badan jalan buat laju kendaraan kebanggaan pemprov DKI yaitu buat koridor busway..   perkembangan dunia otomotif di Indonesia memang menjadi surga  bagi para investor untuk berlomba-lomba menawarkan dagangannya di negeri tercinta Indonesia ini, khususnya di Ibukota Jakarta. Solusi yang ditawarkan dari pemerintah setempatpun belum bisa mengatasi kemacetan.
Pelebaran jalan juga tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan yang ada saat ini.  Kalo merujuk data yang ada,  perkembangan untuk roda 2 di Jakarta sudah menembus 7 juta unit, dan untuk roda 4 sudah menyentuh 3 juta unit.. angka yang fantastik, dan katanya neh  motor itu setiap harinya bertambah  900 unit.. ckck.ck.ck (sambil geleng-geleng jidat).. 

Dan yang paling ironis, saat ini motor yang menjadi penyebab kemacetan (katanya loh).. hingga akhirnya ada wacana untuk  membatasi motor pada jam sibuk, wow akal-akalan apalagi ini ?????  Kalau mau jujur nih 1 mobil itu bisa berjejer 4 motor lhoo (kasihan motor ya? jadi kambing hitam kebijakan).
Kalau pendapat pribadi saya sih, motor itu sebagai alternative yang paling jitu lho, kenapa kok  jitu ? lha piye karena faktor  murah dan cepat.  Coba kalau ada angkutan umum yang lebih murah, dan sampai tujuan juga lebih cepat, dijamin yang bawa kendaraan pribadi (motor/mobil) pasti sangat kecil, kalau saran saya pribadi untuk pemda DKI ciptakan angkutan massal yang cepat dan murah, nah bagaiman caranya? Itu PR untuk kita semua terutama bapak-bapak dan ibu-ibu dijajaran pemda DKI. 
 (coba kalau sudah semrawut kayak gitu macetnya? bisa jadi arena adu jotos tuh, gak ada yang mau ngalah.. semuanya pingin terbebas dari macet..  [kalo gak mau kena macet jadi pejabat donk? ... betul betul betul] )
So kalau sampai mengorbankan motor hanya untuk mencegah kemacetan, itu bukan suatu solusi tetapi malah akan menimbulkan dampak yang sangat besar.. jaman sudah susah,  bikin kebijakan kok malah nambah susah tho pak pak ??
Kalau boleh mengutip kata-kata pak bambang (GM marketing YMKI) "Sebenarnya kami, kalau diberi sarana transportasi yang nyaman dan ringan dari segi ongkos, tak akan menggunakan kendaraan pribadi. Peralihan akan tercipta dengan sendirinya,"..
Nah, betulkan? Saya pribadi kalau ada angktan umum yang tarifnya murah dan cepat lebih memilih naik angkot daripada naik motor, lha wong naik angkot kalau capek bisa tidur kok.. iya tho? Piye? Monggo kalau punya unek-unek lain untuk mengatasi kemacetan silahkan di share dimari...

6 Komentar:

Anonim mengatakan...

Aku juga pengguna kendaraan bermotor, rumahku di daerah Jakarta timur tepatnya pulo gebang kemudian kantorku di daerah Jakarta selatan tepatnya Jl. HR Rasuna Said, tiap hari aku menempuh jarak kurang lebih 50 km.
Aku seorang wanita, terkadang jika ditanya “kamu naik apa?” jawabanku “motor” kemudian si penanya terheran-heran.
Jujur saja aku males naik motor, namun aku punya alasan kenapa naik motor:
1. Naik Busway, berjubel kaya lepet dan nunggunya lama
2. Naik Kereta, berjubel kaya lepet, kadang suka ngaret
3. Naik angkot, Makin parah, sudah lama nunggunya, jalannya juga kadang pelan banget (tunggu penumpang), kotor, banyak copet
Akhirnya aku memilih naik motor, walau macet, bisa nyempil sana-sini, akhirnya segala cara kulakukan untuk sampai ke kantor.
Saya rasa teman2 yang lain juga demikian.
Jadi Pak Pemerintah, jika ada kemacetan ya jangan dilihat dari 1 aspek saja, monggo dilihat dari aspek yang lain, gunakan system PDCA jangan lupa diparetokan masalah mana yang mempunyai dampak terbesar?? , dan why1, why2, why3, why4 kemudian how1, how2, how3, how4 kemudian action 1, action2, action3 dan action 4


Rara

rullyeist mengatakan...

busway away awalnya direncanakan untuk meminimalisir kemacetan dan efisiensi waktu(mengurangi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi).

tapi gimana bisa nyaman coba?
coba lihat berita 2 PNS ditangkap karena berbuat cabul pada mahasiswi di busway.

halaaahhh gimana nih?
makin ruwet ya? ahaha

Anonim mengatakan...

tips untuk menghindari kemacetan... sewa baju gatutkaca lalu terbang sembari telentang...

Oky ALFA R mengatakan...

Waduh...
Marai mumet iw.
Angger macet mesti ngokop bensin (Wah. Smaput)
Untung omah.ku Wonogiri.
Populasi RX-King terbanyak (mungkin)
Yen nganti macet BANGKRUTS...

@Rara
Lho... Ra ono sing nggoncengke tow Mbak?
Aku dudu Jakarta ew, dadi ra iso nggonceng.ke... (Maap2)

@rullyeist
Walah2. Dab...
Masak gak punya malu tuh orang2... Ra.Mbejaji...
Moga2 aku gk ketularan (Aztofirrrz...)

@Anonim
Wah. Lg mengkhayal dunia pewayangan kwi...

Anonim mengatakan...

mendingan naek pesawat aja gan.
gak pake macet.

Anonim mengatakan...

jakarta mang dah ga LAYAK HUNIIII..
mau di gmnain jg..

Posting Komentar

Dilarang berkomentar "SARA"